Sunday, May 21, 2006
Perangkap Tikus....
Seekor tikus mengintip disebalik celah di tembok untuk mengamati sangpetani dan isterinya membuka sebuah bungkusan. Ada makanan fikirnya?Dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkaptikus.Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberiperingatan; "Awas, ada perangkap tikus di dalam rumah, awaslah,ada perangkap tikus di dalam rumah!"Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruktanah, mengangkat kepalanya dan berkata, "Ya maafkan aku, Pak Tikus, aku tahu ini memang masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara peribadi tak ada masalahnya. Jadi jangan buat aku peninglah."Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing, katanya, "Adaperangkap tikus didalam rumah, sebuah perangkap tikus dirumah!" "Wah,aku menyesal dengar khabar ini,"si kambing menghibur dengan penuh simpati, "tetapi tak ada sesuatupun yang bisakulakukan kecuali berdoa. Yakinlah, kamu sentiasa ada dalam doa doaku!"Tikus kemudian berbelok menuju si lembu. " Oh? sebuah perangkaptikus, jadi saya dalam bahaya besar ya?" kata lembu itu sambil ketawa.Jadi tikus itu kembalilah kerumah,kepala tertunduk dan merasabegitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkaptikus itu sendirian.Malam itu juga terdengar suara bergema diseluruh rumah, seperti bunyiperangkap tikus yang berjaya menangkap mangsanya. Isteri petani berlaripergi melihat apa yang terperangkap. Didalam kegelapan itu dia tak bisamelihat bahawa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat mematuk tangan isteri petani itu. Petani itu bergegas membawanya kehospital. Dia kembali ke rumah dengan demam. Sudah menjadikebiasaan setiap orang akan memberikan pesakit demam panas minum supayam segar, jadi petani itu pun mengambil goloknya dan pergilah dia ke belakang mencari bahanbahan untuk supnya itu.Penyakit isterinya berlanjutan sehingga! teman teman dan jirantetangganya datang menjenguk, dari jam ke jam selalu ada saja para tamu. Petani itupun menyembelihkambingnya untuk memberi makanpara pengunjung itu.Isteri petani itu tak kunjung sembuh. Dia mati, jadi makin banyak lagiorang orang yang datang untuk pengkebumiannya sehingga petani ituterpaksalah menyembelih lembunya agar dapat menjamu makan orang orang itu.Moral kisah ini:Apabila kamu dengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamufikir itu tiada kaitan dengan anda, ingatlah bahawa apabila ada'perangkap tikus' didalam rumah, seluruh 'ladang pertanian' ikut menanggung risikonya ..Sikap mementingkan diri sendiri lebih banyak keburukan dari baiknya
Subscribe to:
Post Comments (Atom)














No comments:
Post a Comment